Banner

Pendidikan di UT Menantang


rama-imam-santosoBermodalkan moto pantang menyerah membuat Rama Imam Santoso, pemuda kelahiran 1986 yang juga lulusan FEKON program studi Studi Pembangunan UT ini memantapkan kuliah di UT lima tahun yang lalu.

Dengan kesibukkannya sebagai karyawan bagian Finance Accounting suatu perusahaan swasta ini yang juga penggemar sepakbola memilih UT sebagai tempat untuk menuntaskan pendidikan tingginya dengan begitu ia dapat bekerja dan juga kuliah. Selama belajar di UT, ia merasakan adanya kendala tentang bimbingan serta kurangnya informasi yang didapat, ternyata setelah ia banyak belajar mengharuskan banyak belajar mandiri serta aktif mencari informasi.

Pemilik warna favorit merah itu memaparkan jika belajar di UT sungguh menantang karena mahasiswa melakukan belajar mandiri dan harus pandai mengatur waktu.

Walaupun mutu pendidikan serta pelayanan mahasiswa UT menurut pemilik penghargaan karyawan terbaik 2009 dan 2010 ini kurang baik tapi baginya mutu bahan ajar UT sudah cukup baik sehingga sangat membantu mahasiswa belajar mandiri. Pria lajang berkacamata minus yang menceritakan pertama kali mendapat info tentang UT dari salah seorang temannya ini menyebutkan jika dengan menyelesaikan pendidikan tinggi dapat membantunya dalam meniti jenjang karier di tempat ia bekerja.

Universitas Terbuka Menjadikan Saya Lebih Tanggup

Bagi Choirul Huda, belajar sambil bekerja di luar negeri memang menjadi tantangan tersendiri. Selama beberapa tahun sebelumnya, sebagian besar hari-hari pemuda yang bekerja sebagai teknisi ini, hanya disibukkan dengan pekerjaan di pabrik. Namun pada satu tahun belakangan ini, dia juga disibukkan dengan kegiatan belajar. Kehadiran Universitas Terbuka di Korea Selatan (UT Korea) kini mewarnai kesehariannya sebagai TKI.

Keinginan Choirul untuk melanjutkan pendidikan (S-1) memang sudah terpendam sejak lama. Namun pada awal 2011 lalu, baru terwujud melalui Universitas Terbuka. Berbeda dengan Perguruan tinggi yang selama ini dikenalnya. Menurut pria yang sudah merantau di Korea Selatan sejak tahun 2007 ini, sistem pembelajaran di Universitas Terbuka sangat Jauh berbeda. Hampir semuanya dilakukan secara on line. Mulai dari pengumuman, tutorial, pengerjaan tugas maupun diskusi. Sistem belajar di UT memang didesain untuk kita yang tidak mempunyai cukup waktu untuk tatap muka. Cukup fleksibel, tak terkendala wilayah, waktu, maupun batasan usia bagi para mahasiswanya, sangat ideal bagi tenaga kerja di luar negeri. Pada awalnya Choirul ragu dengan sistem belajar di UT. Banyak cibiran yang saya dapat dari teman-temannya sesama TKI. Mengapa susah-susah belajar dengan sistem belajar yang aneh dan melelahkan.

Namun setelah beberapa kali mengikuti, akhirnya pria yang terdaftar sebagai mahasiswa progam studi Manajemen (S-1) ini, terbiasa dengan system belajar di UT. Para tutor cukup banyak memberikan motivasinya, terutama pada saat tutorial tatap muka. Begitu juga dengan diskusi on line yang bisa dilakukan sewaktu-waktu. Bahan ajarnya cukup memadai untuk dia praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar Bisnis, membuat laporan keuangan, mengambil keputusan yang bijak, cara mengatasi masalah yang tepat, membuat perkiraan yang jitu dan masih banyak yang lainnya. Pria kelahiran tahun 1984 ini mengatakan, bahwa dia sangat terbantu dengan bahan ajar tersebut, pengetahuan dan pola pikirnya semakin terasah, sehingga menjadikannya menjadi pribadi yang lebih mandiri dan lebih tangguh.

Tutor UT Excellent

wydia-kemala-sari-alumni-ut-april-2012Berpenampilan anggun dan terlihat ayu, Wydia Kemala Sari, S.T., M.Si. terlihat berbinar di antara banyaknya wisudawan di Gedung UTCC, Pondok Cabe pada 10 April 2012. Wydia panggilan ibu dua anak remaja, Harits M. Albar serta Kaylin W. Albar adalah lulusan Program Pascasarjana UT jurusan Magister Administrasi Publik dengan IPK 3,53 dengan masa belajar selama 2 tahun 3 bulan berasal dari Pangkalpinang. Perkenalan awal pemilik moto Do Your Best, God Disposes dengan UT dimulai saat beberapa koleganya di Pemerintah Kota Pangkalpinang ini telah menjadi mahasiswa Program Pascasarjana (PPs) UT dan tidak merasakan ada kendala dalam menempuh pendidikan mereka, sehingga hal itulah yang membuat istri dari Ir. Alwin Albar, M.Sc. Ph.D ini memutuskan mantap memilih melanjutkan studi program magister di UT. Alumni ITB dalam bidang Teknik Planologi yang telah mengabdi selama 7 tahun di Pangkalpinang ini, sangat terkesan dengan Tutor UT yang berkualitas, sehingga sangat membantunya dalam tesis yang disusun mengenai pendekatan sistem: system dynamic. Dipaparkan pula oleh wanita yang tetap terlihat cantik di usianya yang ke-40 ini, bahwa selama belajar di UT tidak mengalami kendala karena ilmu yang dipelajari di UT dapat diterapkan di dalam maupun di luar pekerjaannya. Pemilik hobi membaca dan menyanyi yang juga pernah menyabet gelar sebagai pelajar terbaik di SMP itu menyatakan bahwa mutu bahan ajar UT sangat baik serta memuji tutor UT sangat excellent. Penggemar warna hijau dan putih yang pernah bermukim di Texas, Amerika Serikat selama 6 tahun untuk mengikuti tugas suaminya itu, mengharapkan UT kedepan dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa agar lebih informatif dan detail dalam memberitahukan berbagai informasi kepada mahasiswa.